Cara Tepat Cegah Diare Dan DBD Saat Banjir

Kondisi pengungsian yang serba darurat rawan menyebabkan gangguan kesehatan bagi pengungsi, terutama anak-anak.

Pemerintah sudah menetapkan Jakarta dalam keadaan Tanggap Darurat selama 10 hari sampai tanggal 27 Januari 2013, saat ini kondisi banjir juga belum surut di beberapa lokasi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi bahwa hujan dengan intensitas sedang masih bisa turun sampai akhir minggu ini. Berbagai upaya harus dilakukan untuk menyelamatkan korban banjir baik dalam bentuk evakuasi korban banjir maupun penanganan pengungsi.

Kondisi pengungsian yang serba darurat rawan menyebabkan gangguan kesehatan bagi pengungsi, terutama anak-anak.

Kondisi pengungsian yang serba darurat rawan menyebabkan gangguan kesehatan bagi pengungsi, terutama anak-anak.

Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak bencana bagi para pengungsi, baik untuk angka kesakitan maupun kematian. Makan, minum dan lokasi pengungsian yang memadai harus diupayakan. Masalah kesehatan lingkungan sekitar tempat pengungsian juga harus menjadi perhatian. Kejadian luar biasa (KLB) diare dan dengue hemoragic fever (DBD) yang terjadi pasca banjir pada 2007 jangan sampai terjadi untuk banjir besar Jakarta  2013 kali ini.  Oleh karena itu, berbagai upaya harus dilakukan dimulai dari pengungsian.

Saat ini, sebagian besar dari tempat pengungsian padat dengan pengungsi terutama pada malam hari. Permasalahan lain adalah  kondisi Mandi Cuci Kakus (MCK) yang kurang memadai belum lagi kebersihan lokasi pengungsian yang kurang diperhatikan. Oleh karena itu, masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan bagi para pengungsi harus menjadi perhatian. Kita harus maklum, para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai penyakit. Faktor-faktor yang berperan terjadinya penyakit adalah faktor daya tahan tubuh, faktor kuman dan faktor lingkungan.

Faktor daya tahan tubuh, jelas saat daya tahan tubuh para pengungsi dapat menurun mengingat kondisi makan dan minum yang kurang memadai, selain itu faktor istirahat yang terbatas. Dalam kondisi rasa cemas akan kondisi cuaca yang tidak menentu belum lagi memikirkan harta benda yang ditinggalkan, menyebabkan para pengungsi tidak bisa beristirahat dengan tenang. Kondisi stres sendiri tentu juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang, karena stress membuat orang kurang nafsu makan dan tidur menjadi kurang.

Faktor lingkungan yang tidak sehat juga tentu menyebabkan kondisi para pengungsi menjadi rentan terjangkit penyakit infeksi. Sampah yang berserakan dan kondisi MCK yang terbatas akan sangat mempengaruhi kondisi para pengungsi.

Oleh karena itu, harus diambil langkah-langkah untuk mengurangi penderitaan para pengungsi dan mengurangi dampak buruk akibat kondisi daya tahan tubuh yang menurun dan kondisi pengungsian yang tidak memadai.

Beberapa upaya yang harus dilakukan di antaranya :

1.  Harus dipastikan bahwa para pengungsi harus mendapat makanan dan minuman yang cukup selama berada dipengungsian. Dapur-dapur umum yang tersedia selalu mendapat suplai bahan makanan dan air bersih yang memadai untuk masuk dan minum. Hindari mengkonsumsi makanan matang yang sudah lewat waktu tanpa dihangatkan kembali untuk mencegah keracunan makanan.

2. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptic untuk menghindari infeksi usus.

3. Diusahakan agar kondisi tempat pengungsian dibuat senyaman mungkin. Tersedia alas tidur yang memadai dan juga selimut agar tubuh para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak tetap terlindungi terutama dari angin malam. Bantuan harus difokuskan untuk penyediaan baju dingin dan selimut untuk para pengungsi. Hindari terpapar langsung dengan udara luar/dingin.

4. Kebersihan lingkungan pengungsian selalu terjaga dengan tersedianya tempat-tempat sampah di sekitar lokasi pengungsian. Lokasi sekitar juga rutin dibersihkan dengan antiseptik. Para pengungsi muda dapat dikoordinasikan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

5. Sarana MCK yang memadai dengan persediaan air yang cukup tentu juga tersedianya sabun dan peralatan mandi lain.

6. Setiap para pengungsi khususnya anak-anak dan orang tua diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral mengingat keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

7. Perlu stok obat-obat sederhana, obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala dan oralit. Bagi anak-anak perlu upaya untuk melakukan trauma healing dengan pengadaan buku-buku bacaan, mainan anak-anak dan kelompok-kelompok bermain untuk anak-anak dan mencegah anak-anak bermain diluar dengan air banjir.

Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar para pengungsi jangan jatuh sakit dan tetap berada dalam keadaan sehat. Selain itu juga mencegah terjadinya KLB diare atau keracunan makanan. Pada akhirnya, kita selalu berusaha bahwa para pengungsi dalam keadaan sehat baik rohani maupun jasmani.

 

 

( Sumber )

 

Share and Recommend to Your Friends

Share to Google Plus

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>